26 Agustus 2016 15:38:09
Ditulis oleh Admin

Sejarah Desa

 

cengkong-parengan.desa.id - Rabu (12/06/2019) Sejarah Desa

Setiap desa pasti memiliki sejarah masing-masing, demikian pula dengan Desa Cengkong. Sejarah asal muasal desa seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun temurun dan disampaikan dari  mulut kemulut. Sehingga sulit dibuktikan kebenarannya secara fakta.

Dongeng asal muasal Desa Cengkong yang paling populer adalah pada jaman Majapahit. Pada masa Majapahit, guna mewujudkan Sumpah Amukti Palapa maka Patih Gajah Mada mengirimkan Duta Sinandi (Utusan Rahasia) yang disebarkan ke seluruh wilayah kekuasaannya.

Duta Sinandi yang diutus ke Desa Cengkong (saat itu belum mempunyai nama Cengkong) adalah Nyai Buyut Lanjar. Nyai Buyut Lanjar membawa misi untuk meluruskan perilaku-perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh  masyarakat desa. Beliau memberi nama desa "Cengkong" yang artinya "ngencengke barang kang bengkong" atau meluruskan sesuatu/perilaku/perbuatan yang menyimpang. 

Nyai Buyut Lanjar meninggal dan dimakamkan di Desa Cengkong. Hingga saat ini makam beliau dikeramatkan dan setiap tahun dijadikan tempat hajatan setelah panen raya.

Sejak Tahun 2012, Desa Cengkong terbagi menjadi dua dusun yaitu Dusun Nggunungrejo dan Dusun Cengkong yang dikepalai oleh Kepala Dusun.

Desa Cengkong dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dibantu oleh Bayan, Petengan, Kamituwo, Jogoboyo atau yang saat ini dikenal sebagai Kepala Seksi, Kepala Dusun dan Kepala Urusan. Kepala Seksi (Kasi) terdiri dari Kasi Pelayanan, Kasi Pemerintahan, Kasi Kesejahteraan. Kepala Dusun (Kadus) terdiri dari Kadus Cengkong dan Kadus Nggunungrejo. Kepala Urusan (Kaur) terdiri dari Kaur Keuanga, Kaur Perencanaan dan Kaur Tata Usaha dan Umum. (syr/ckng)



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus